BEKASI, AFKNNEWS–Pejabat Gubernur Papua Barat Daya Dr. Drs. Mohammad Musa’ad, MSi mengaku bangga ada tokoh Papua yang mampu mendirikan pondok pesantren di tanah Jawa. Tokoh tersebut adalah KH MZ Fadzlan R Garamatan asal Fakfak, Papua Barat.

Seperti diketahui, Kiai Fadzlan sukses membangun Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hingga saat ini sudah 8000 alumni yang dilahirkan oleh AFKN.

Pejabat Gubernur Papua Barat Daya Dr. Drs. Mohammad Musa’ad, MSi (kanan) bersama KH MZ Fadzlan R Garamatan.

“Kalau orang Papua dirikan pesantren di Papua itu banyak. Tapi kalau ada orang Papua dirikan pesantren di Pulau Jawa tepatnya di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat itu luar biasa. Ini satu-satunya tokoh Papua,” ungkap Musa’ad saat berkunjung ke Ponpes Nuu Waar AFKN pertengahan Juli 2024 lalu.

Tentu, jelas Musa’ad, ini menjadi kebanggaan. Apalagi Kiai Fadzlan merintis Pondok Pesantren Nuu Waar dari nol.

“Saya juga terharu, saya menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan Kiai Haji Fadzlan Garamatan dan juga menyaksikan sendiri santri santriwati yang sebagian besar berasal dari wilayah yang ada di tanah Papua,” ujar Musa’ad.

Dr. Drs. Mohammad Musa’ad, MSi menerima cinderamata dari KH MZ Fadzlan R Garamatan.

Musa’ad juga menyampaikan apresiasi atas kurikulum yang diajarkan di Ponpes Nuu Waar. Selain mengajarkan keislaman, santri Ponpes Nuu Waar diajarkan pula nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme.

Menurut Musa’ad, kurikulum integrasi ini penting untuk membentuk karakter manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini model bagus. Ada juga enam bahasa yang diajarkan di sini. Bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Turki, bahasa Arab. Yang istimewa adalah ada muatan lokal anak-anak Papua ini juga diajarkan dan bisa berbahasa Sunda. Ini keunggulan Pesantren Nuu Waar,” kata Musa’ad.

Pada kesempatan ini, Musa’ad mengucapkan terima kasih kepada Kiai Fadzlan Garamatan dan juga guru asatidz Ponpes Nuu Waar AFKN. Karena banyak santri asal Papua Barat Daya yang belajar di Ponpes Nuu Waar AFKN.

“Ada juga santri dari Sorong, Raja Ampat, Tambrauw yang belajar di sini,” jelas Musa’ad.

Para alumni AFKN, lanjut Musa’ad, juga tersebar di wilayah Papua Barat Daya. Mereka mengabdi di tengah masyarakat.

“Di Sorong tempat saya juga, di Masjid-Masjid juga ternyata alumni nya dari pesantren Nuu Waar. Jadi satu kebanggaan dan terima kasih pada alumni AFKN yang kembali ke daerah,” ujar Musa’ad.*