BEKASI, AFKNNEWS–Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menjadi tuan rumah pelaksanaan Jambore Lembaga Mualaf se-Indonesia, Sabtu-Ahad, 1-2 November 2024. Jambore dibuka oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Diiringi tabuhan rebana, kedatangan Menteri Bahlil disambut oleh Pimpinan Ponpes Nuu Waar KH MZ Fadzlan Rabbani Garamatan dan ratusan santri. Pada sambutan pembukaan jambore, Menteri Bahlil menyampaikan pesan-pesan penting.

Dikatakan Menteri Bahlil, toleransi merupakan unsur penting dalam kehidupan. Termasuk kehidupan di Fakfak Papua Barat yang merupakan tanah kelahiran leluhur Menteri Bahlil.

“Dan toleransi merupakan bagian hidup dan selalu ada selalu ada pada di tengah-tengah masyarakat di Papua, khususnya kita di Fakfak ya,” ungkap Menteri Bahlil, Sabtu (2/11/2024).

Menurut Menteri Bahlil, mayorita penduduk di Fakfak adalah muslim. Kendati demikian kehidupan beragama di Fakfak berjalan harmonis.

“Karena kami di Fakfak itu agama kami, agama keluarga. Ada Katolik, ada Protestan, ada Islam. Di Fakfak itu mayoritas hampir 75 persen Islam,” jelas Ketua Umum Partai Golkar ini.

Fakfak, lanjut Menteri Bahlil, dapat menjadi contoh kehidupan beragama yang harmonis. “Jadi kalau negara ini baru bicara tentang saling menghargai satu dengan yang lain. Sesungguhnya harus belajar di Fakfak Papua. Dan kami tidak pernah mempersoalkan hal itu,” kata Menteri Bahlil.

Pada kesempatan ini, Menteri Bahlil memberikan dukungan kepada mualaf. Takdir menjadi mualaf perlu disyukuri.

“Dan kepada saudara-saudara saya yang ikut masuk karena petunjuk Allah untuk masuk Islam yakini bahwa ini jalan Illahi. Insyaallah yang paling benar dan terbaik untuk mendapatkan bekal di dunia dan juga mendapatkan bekal di akhirat,” ujar Menteri Bahlil.

Selesai memberi sambutan, Menteri Bahlil secara resmi membuka Jambore Lembaga Mualaf dengan memukul beduk. Selain Menteri Bahlil, pembukaan jambore dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Utang Ranuwijaya, Ketua Lembaga Dakwah Khusus Majelis Ulama Indonesia (LDK MUI) Ustaz Abu Deedat Syihab dan para tamu undangan.

Untuk diketahui, Jambore Lembaga Mualaf diikuti peserta dari 32 lembaga mualaf se-Indonesia. Event ini sebagai ajang silaturahmi dan diskusi antar lembaga mualaf. Jambore juga menginisiasi pembentukan Asosiasi Lembaga Mualaf Indonesia (Alami).*