BEKASI, AFKNNEWS–Masih dalam suasana Idulfitri 1446 Hijriah, Presiden Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) KH MZ Fadzlan Rabbani Garamatan mengharapkan agar umat Islam saling maaf memaafkan dengan tulus.

“Karena ada orang yang memaafkan orang tapi masih terus sakit hatinya. Masih terus ingat kesalahannya. Memaafkan seorang hamba Allah atau memaafkan teman, kawan maafkan dengan sepenuh jiwa raga,” ungkap Kiai Fadzlan dikutip dari kanal Youtube voidotid, Jumat (11/4/2025).

Menurut ulama Nasional asal Fakfak, Papua Barat ini memaafkan dengan sepenuh jiwa adalah perbuatan yang mulia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kunci dari tulus memaafkan adalah tidak mengingat-ingat lagi kesalahan orang lain.

“Jangan lagi ingat-ingat perbuatan itu. Maafkan berarti membebaskan diri dari segala perbuatan yang pernah kita lakukan kepada orang lain. Apalagi kita yang membuka diri untuk meminta maaf walaupun orang yang salah tidak datang, dahsyat kemuliaan di hadapan Allah,” ujar Kiai Fadzlan.

Dikatakan Kiai Fadzlan, seseorang yang mampu memaafkan terlebih dahulu dengan tulus maka hidupnya akan bahagia.

“Memaafkan orang terlebih dahulu itu mereka mulia. Happy hidupnya. Tenang hatinya. Gembira perjalanan hidupnya. Terawat pola-pola pandangan kebaikan oleh karena terbiasa memaafkan orang lain,” kata Pembina Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ini.

Lebih lanjut Kiai Fadzlan berpesan agar memaafkan tidak dengan syarat. “Jangan sampai ada orang yang bikin perbuatannya salah dia gunakan maaf dengan syarat. Sudah itu besok melakukan kesalahan lagi. Ini tidak boleh. Hindari itu semua,” jelas Kiai Fadzlan.

Idulfitri merupakan momen tepat untuk saling memaafkan. Kembalikan kita dengan saling memaafkan di Hari Raya Idulfitri. Sehingga kita mampu menggembirakan jiwa dengan kemenangan selama menjalankan ibadah Ramadhan.

“Semoga Allah berkahi kita semua. Semua amal ibadah diterima dan memaafkan, kita membebaskan diri dari segala kekhilafan dan kesalahan,” ujar Kiai Fadzlan menutup tausyiah.*