BEKASI, AFKNNEWS–Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan salat Jumat di Masjid Agung Nuu Waar, Setu, Kabupaten Bekasi. Dalam kesempatan kali ini, Ustaz Alfian Sulaiman Asmuruf, Kepala Asrama Putra Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara, tampil sebagai khatib dengan menyampaikan khutbah bertema “Saling Membantu dalam Kebajikan dan Takwa.”

Mengawali khotbah, Ustaz Alfian mengajak jamaah untuk merenungkan bagaimana manusia sejak awal kehadirannya di dunia hingga akhir hayat selalu membutuhkan orang lain.

“Ketika kita lahir, kita butuh ibu dan bidan. Saat tumbuh, kita butuh orang tua. Saat menghadapi masalah, kita butuh teman. Dan saat meninggal, kita tetap butuh orang yang menguburkan kita. Ini membuktikan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri,” ungkapnya di hadapan ratusan jemaah santri dan warga sekitar.

Ia menekankan bahwa Islam adalah agama yang menanamkan nilai tolong-menolong tanpa memandang latar belakang, selama berada dalam bingkai kebaikan dan ketakwaan.

“Jangan pernah lelah membantu. Tidak penting siapa yang kita bantu—muslim atau non-muslim, kaya atau miskin. Kalau mereka butuh dan kita mampu, maka bantulah. Itu yang diperintahkan agama kita,” tegasnya.

Ustaz Alfian kemudian mengutip firman Allah dalam QS. Al-Maidah ayat 2, yang melarang umat Islam menolong dalam kejahatan, tetapi memerintahkan tolong-menolong dalam kebajikan.

“Agama melarang keras membantu dalam dosa dan pelanggaran. Tapi membantu dalam urusan sosial, dalam hal yang baik—itu adalah bentuk ketakwaan yang nyata,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan hadits Nabi Muhammad SAW riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa siapa pun yang memudahkan urusan saudaranya di dunia, maka Allah akan memudahkan urusannya di akhirat.

“Bayangkan, hanya dengan memudahkan satu urusan orang lain saja, Allah akan memudahkan kita di dunia dan akhirat. Maka jangan pelit dengan tenaga, waktu, atau bahkan sekadar menjadi pendengar,” kata Ustaz Alfian.

Menjawab pertanyaan tentang bagaimana menolong orang zalim, beliau menjelaskan makna pertolongan yang benar.

“Rasulullah pernah ditanya, bagaimana menolong orang yang berbuat zalim? Jawabannya bukan dengan membenarkan perbuatannya, tapi dengan menahannya dari kezaliman. Itulah pertolongan terbaik,” tuturnya, mengutip sabda Nabi: “تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ — Pegang tangannya (tahan ia dari berbuat zalim).”

Di akhir khutbah, Ustaz Alfian menutup dengan kutipan inspiratif dari KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur): “Tidak penting apa agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak akan pernah tanya apa agamamu.”

Khutbah Jumat ini memberi pesan kuat bahwa sikap peduli dan saling menolong adalah identitas utama seorang Muslim dan sekaligus jalan menuju masyarakat yang lebih harmonis dan beradab.*