https://www.instagram.com/p/DS9YVe4Eg3Y/
Menjaga kesehatan bukan hanya kebutuhan jasmani, tetapi juga bagian dari ikhtiar spiritual seorang Muslim. Ibadah yang berkualitas lahir dari tubuh yang sehat dan jiwa yang tenang. Karena itu, upaya preventif terhadap kesehatan menjadi sangat penting agar manusia mampu menjalankan kewajiban ibadah dan pengabdian kepada umat dengan optimal.
Salah satu ikhtiar yang diperkenalkan dan dilestarikan di lingkungan AFKN adalah Terapi Woukouf ala Raja-raja Nuu Waar. Terapi ini tidak hanya memfokuskan pada perawatan fisik, tetapi juga menyentuh aspek rohani, sehingga tercipta keseimbangan antara tubuh dan jiwa.
Kesehatan Jasmani dan Rohani Harus Seimbang
Dalam Islam, tubuh adalah amanah dari Allah ﷻ yang wajib dijaga. Tubuh dan rohani sama-sama memerlukan asupan yang baik, perawatan yang tepat, serta kesadaran untuk hidup sehat. Ketika tubuh melemah, ibadah pun sering kali ikut terganggu. Sebaliknya, ketika tubuh terjaga kesehatannya, semangat ibadah akan tumbuh lebih kuat dan khusyuk.
Terapi Woukouf hadir sebagai salah satu metode ikhtiar preventif untuk membantu menjaga keseimbangan tersebut. Melalui proses terapi ini, tubuh dibantu untuk melepaskan racun atau toksin yang selama ini tersembunyi dan menumpuk, sehingga fungsi tubuh dapat kembali bekerja secara optimal.
Mengeluarkan Toksin, Menguatkan Kontrol Tubuh
Mengeluarkan toksin bukan semata soal kesehatan fisik, tetapi juga menjadi simbol pembersihan diri. Ketika kotoran dan racun dalam tubuh dikeluarkan, tubuh menjadi lebih ringan, segar, dan mudah dikontrol. Kondisi ini membantu seseorang untuk lebih fokus dalam beribadah, berdzikir, dan menjalani aktivitas dakwah.
Terapi Woukouf dipandang sebagai ikhtiar untuk mengembalikan tubuh pada kondisi prima, agar manusia mampu menjalankan perannya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi dengan lebih baik.
Ikhtiar Sehat sebagai Bentuk Syukur
Menjaga kesehatan adalah bagian dari mensyukuri nikmat Allah ﷻ. Melalui ikhtiar-ikhtiar seperti Terapi Woukouf, umat diajak untuk lebih sadar bahwa kesehatan adalah modal utama dalam menegakkan ibadah dan melanjutkan perjuangan dakwah.
Dengan tubuh yang sehat dan rohani yang kuat, diharapkan lahir pribadi-pribadi yang mampu beribadah dengan lebih berkualitas, berkhidmat kepada umat, serta menebarkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.