Selama satu bulan ke depan, seluruh santri Pondok Pesantren Nuu Waar mengikuti program Mukhayyam Al-Qur’an 5-7 juz. Kegiatan yang dimulai pada tanggal 21 September lalu, resmi dibuka oleh Ketua Umum Yayasan Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), Ustadz M Zaaf Fadzlan Rabbany Garamatan. Turut hadir juga dalam acara pembukaan Mukhayyam Al-Qurán, antara lain: Mudir Pondok Pesantren Nuu Waar, Ustadz Abdul Khaliq, SQ. MA Al-Hafizh dan para staf pengajar.
Dalam pengantarnya, Ustadz Abdul Khaliq menyampaikan bahwa program yang menjadi unggulan Pondok Pesantren Nuu Waar ini merupakan upaya menjaga al-Qur’an di muka bumi. “Diharapkan para santri cakap dalam membaca, menghafal, menguasai tafsir, serta mendakwah al-Qur’an di seluruh penjuru Nusantara,” ujar ustadz asal Lombok, Nusa Tenggara Barat ini.
Lebih lanjut Ustadz Abdul Khaliq mengatakan, Pondok Pesantren Nuu Waar memiliki tekad mencetak generasi emas Nuu Waar di tahun 2045. Oleh karena itu, paparnya, agar terwujud para santri yang mayoritas berasal dari Nuu Waar (Irian Jaya) ini harus memiliki nilai-nilai al-Qur’an. “Sebagaimana dahulu Rasulullah SAW membina generasi awal dengan nilai-nilai al-Qur’an,”ujar Ustadz Abdul Khaliq.
Generasi yang terbina dengan nilai-nilai al-Qur’an, ungkap Ustadz Abdul Khaliq, adalah generasi yang mampu membuat tata nilai dunia menjadi damai, tenteram, dan adil.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ustadz M Zaaf Fadzlan Rabbany Garamatan memotivasi para santri agar selalu semangat dalam menghafal al-Qur’an. “Santri yang berhasil mencapai target akan mendapat ijazah Mukhayyam Al-Qur’an dan juga mengikuti wisuda al-Qur’an,” imbuhnya.
Selain itu, kata Ustadz Fadzlan, ini juga menjadi syarat bagi para santri untuk dapat mengikuti ujian kenaikan kelas. Tak hanya itu, Ustadz Fadzlan juga menyampaikan, bahwa bagi santri yang berhasil menyelesaikan hafalan al-Qurán 30 juz bisa mendapatkan kesempatan untuk kuliah di luar negeri, seperti di Mesir, Sudan, dan Turki.
“Ini semata-mata sebagai hadiah dan penyemangat para santri untuk mencapai target hafal al-Qurán 30 juz,” jelas Ustadz Fadzlan.
Mukhayyam Hadits
Selain melaksanakan Mukhayyam Al-Qur’an, para santri Pondok Pesantren Nuu Waar juga nanti akan mengikuti program Mukhayyam Hadits selama satu bulan (22 – 31 Oktober 2020).
“Targetnya, para santri berhasil menghafal Hadits mencapai 50 sampai 100 Hadits,” pungkas Ustadz Abdul Khaliq.*





