BEKASI, AFKNNEWS–Wakil Direktur Garamatan Foundation Ustaz Egi Agustian menjadi narasumber hari kelima Study Motivation Training (SMT) 2024 Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Pada kesempatan ini, Ustaz Egi memotivasi ratusan santri Nuu Waar untuk giat belajar dan menghafal Alquran.
Dikatakan Ustaz Egi, belajar Alquran harus dengan guru. Jangan belajar mandiri atau melalui Youtube.
“Belajar Alquran harus dengan guru. Jangan melalui Youtube. Wajib dengan guru. Belajar Alquran itu bersanad,” ungkap Ustaz Egi, Senin (15/7/2024).
Menurut Ustaz Egi, belajar dan menghafal Alquran itu memiliki banyak keutamaan. Allah Ta’ala sangat sayang bagi mereka yang belajar dan menghafal Alquran.
“Allah kasih bonus. Barangsiapa yang membaca Alquran dengan lancar. Makhrajnya pintar, tajwid nya pas, suaranya merdu, enak maka dia didoakan dan dikelilingi malaikat,” ungkap Ustaz Egi.
Kemudian, jelas Ustaz Egi, para penghafal Quran akan memberikan syafaat saat di Padang Mahsyar kepada orangtuanya.
“Nanti di padang mahsyar, orangtua penghafal Alquran akan mengenakan mahkota,” kata Ustaz Egi.
Keutamaan ini dapat diraih, jika para santri serius dan bersemangat menghafal Alquran. Ustaz Egi mendorong santri Nuu Waar untuk rutin murajaah hafalan.
“Nanti lupa itu kalau tidak sering dimurajaah. Murajaah itu adalah pekerjaan seumur hidup bagi para penghafal Quran,” tegas Ustaz Egi.
Menurut Ustaz Egi, murajaah dapat dilakukan saat shalat maupun diluar shalat.
“Kapan waktu yang tepat? Sebelum Subuh. Ketika qiyamul lail. Shalat tahajud. Jadi qiyamul lail sambil murajaah. Dimurajaah disaat shalat dan diluar shalat,” ungkap Ustaz Egi.
Dilanjutkan Ustaz Egi, semakin santri berinteraksi dengan Alquran, maka keberkahan bakal diraih. Termasuk santri diberi kemudahan menyerap ilmu.
Membaca dan menghafal Alquran adalah momen berdialog dengan Allah Ta’ala.
“Kita harus mengganggap membaca Alquran itu seperti ngobrol dengan Allah. Curhat dengan Allah. Kalau malas membaca Alquran berarti belum cinta kepada Allah, belum cinta kepada Rasulullah,” ungkap Ustaz Egi berpesan.*
